JAMPER Kaltim Naikkan Tekanan: Satu Minggu Kejati Ditunggu, Jika Tak Jelas Siap Aksi hingga Kejagung

Foto : Ketua JAMPER Kaltim, Ahmad
Ahmad menegaskan, JAMPER tidak mencari konflik dengan institusi penegak hukum. Menurutnya, yang menjadi kepentingan utama adalah memastikan integritas, transparansi dan kesetaraan dalam proses penegakan hukum.
“Kami menghormati Kejati Kaltim sebagai institusi penegak hukum. Tetapi penghormatan terhadap institusi tidak berarti masyarakat harus diam ketika ada pertanyaan yang belum dijawab. Kalau Kejati bekerja secara objektif, kami akan menghormati dan mengawal. Kalau ada persoalan yang tidak dijelaskan, kami akan menggunakan jalur pengawasan yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, eskalasi ke tingkat nasional akan ditempuh apabila diperlukan dan tetap berdasarkan data serta dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami tidak ingin membuat kegaduhan tanpa dasar. Tetapi kami juga tidak akan membiarkan dugaan ketidakadilan berlalu tanpa pengawasan. Kalau pintu di daerah tidak memberikan kejelasan, kami siap mengetuk pintu Kejaksaan Agung dan Komisi Kejaksaan. Prinsip kami jelas: hukum harus bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti, bukan berdasarkan siapa yang kuat dan siapa yang lemah,” pungkas Ahmad.
