JAMPER Kaltim Bawa Sampel Seragam dan Nota Belanja, Desak Pengadaan Gratispol Dibuka

Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pembaharuan (JAMPER) Kalimantan Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (14/10/2026).
Kabarhaluan.com,SAMARINDA — Jaringan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pembaharuan (JAMPER) Kalimantan Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (14/10/2026). Dalam aksi jilid ketiga tersebut, JAMPER menyoroti dugaan ketidakwajaran harga pengadaan Seragam Gratispol Tahun Anggaran 2026 dan mendesak pemerintah membuka rincian harga serta dokumen pengadaan kepada publik.
Aksi yang diikuti sekitar 40 orang itu dimulai pukul 14.10 WITA. Massa secara bergantian menyampaikan orasi dan meminta pihak Disdikbud Kaltim menemui mereka untuk berdialog mengenai persoalan pengadaan program seragam gratis tersebut.
Ketua JAMPER Kaltim, Ahmad, menilai keterbukaan informasi merupakan hal penting untuk memastikan penggunaan anggaran publik dalam program Seragam Gratispol dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengadaan seragam gratis tidak cukup hanya dinilai dari jumlah paket yang dibagikan kepada siswa. Pemerintah juga harus memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat dibelanjakan secara wajar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ketegangan sempat terjadi ketika sebagian massa merasa kecewa karena belum ada perwakilan Disdikbud Kaltim yang menemui mereka secara langsung. Situasi tersebut berujung pada aksi saling dorong pagar antara demonstran dan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa Disdikbud Kaltim bersedia menerima lima orang perwakilan massa untuk berdialog di dalam ruangan. Namun, tawaran tersebut belum disepakati karena massa menginginkan seluruh peserta aksi diterima atau pihak Disdikbud turun langsung menemui demonstran.
