Solidaritas untuk EK LMND Palembang, EW LMND KALTIM: Demokrasi adalah napas kebebasan

Kabarhaluan.com,SAMARINDA- Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kalimantan Timur (EW LMND KALTIM) menyoroti dugaan kekerasan, intimidasi, persekusi, dan pembubaran paksa terhadap massa aksi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. EW LMND KALTIM menilai dugaan peristiwa tersebut sebagai persoalan serius yang mengancam kebebasan sipil dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kalimantan Timur (EW LMND KALTIM), Awan Dermawan, menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih dan dipilih. Menyampaikan aspirasi di muka umum juga ialah bagian dari demokrasi, sebagai warga negara yang memiliki hak konstitusional wajib dilindungi. Menurutnya mahasiswa yang turun kejalan menyampaikan aspirasi tidak seharusnya dibenturkan dengan tindakan intimindasi dan segala bentuk kekerasan lainnya.
Sorotan tersebut menyusul aksi EK LMND Palembang bersama Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang yang menyuarakan tuntutan penegakan hukum terhadap dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Namun, berdasarkan siaran pers EK LMND Palembang tertanggal 13 Oktober 2026, massa aksi diduga menghadapi kekerasan, intimidasi, persekusi, dan pembubaran paksa sebelum aspirasi mereka tersampaikan.
EW LMND KALTIM menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis pengamanan demonstrasi semata. Lebih dari itu, peristiwa ini menyangkut tanggung jawab moral negara dalam menjamin kebebasan berpendapat dan memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan hukum secara adil.
