Solidaritas untuk EK LMND Palembang, EW LMND KALTIM: Demokrasi adalah napas kebebasan

EW LMND KALTIM menyatakan solidaritas terhadap EK LMND Palembang dan Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang dalam memperjuangkan kebebasan berpendapat, keadilan lingkungan, dan supremasi hukum.
Awan menegaskan bahwa dugaan tindakan represif terhadap massa aksi di Palembang tidak boleh dianggap sebagai persoalan lokal semata. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap kebebasan sipil membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat, termasuk gerakan mahasiswa, untuk memastikan demokrasi tidak dikorbankan oleh praktik kekuasaan yang antikritik.
“Solidaritas kami kepada EK LMND Palembang dan Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang merupakan bagian dari komitmen untuk mempertahankan ruang demokrasi. Ketika mahasiswa di satu daerah menghadapi dugaan kekerasan saat menyampaikan aspirasi, persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak boleh membiarkan intimidasi menjadi sesuatu yang dianggap wajar dalam kehidupan bernegara,” tegasnya.
EW LMND KALTIM menekankan pentingnya pengusutan transparan terhadap dugaan kekerasan, intimidasi, persekusi, dan pembubaran paksa massa aksi, disertai perlindungan terhadap mahasiswa dan masyarakat sipil yang menyampaikan aspirasi secara damai.
Di sisi lain, penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana karhutla di Sumatera Selatan harus tetap berjalan secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu.
“Jangan jadikan moncong senjata dan sikap arogan menjadi simbol ketakutan gerakan rakyat yang sedang memperjuangkan haknya, negara harus ada sebagai payung demokrasi bukan alasan bagi rakyat untuk takut membicarakan tentang hak mereka yang tidak terpenuhi.
Ketika hal-hal seperti itu masih terjadi maka demokrasi di ambang kehancuran,” tutup Awan Dermawan.
