JAMPER Kaltim Bawa Sampel Seragam dan Nota Belanja, Desak Pengadaan Gratispol Dibuka

0

Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pembaharuan (JAMPER) Kalimantan Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (14/10/2026).

Hingga sekitar pukul 16.00 WITA, menurut kronologi yang disampaikan massa, belum ada perwakilan Disdikbud Kaltim yang menemui mereka. Massa kemudian menggelar konferensi pers, membacakan tuntutan, serta menunjukkan sampel seragam putih yang dilengkapi nota pembelian sebagai bahan pembanding harga.

Dalam pernyataan sikapnya, JAMPER menyoroti harga satuan seragam nasional lengkap yang disebut sebesar Rp337.135. Paket tersebut mencakup baju, celana atau rok, topi, dasi, jilbab, ikat pinggang, dan kaus kaki.

Sebagai pembanding, JAMPER mengaku telah melakukan survei di sejumlah toko seragam dan menemukan harga satu paket seragam lengkap berkisar Rp250.000. Mereka menyatakan spesifikasi kain baju yang dijadikan pembanding kurang lebih sama dengan seragam dalam program pemerintah tersebut.

Berdasarkan angka yang disampaikan JAMPER, terdapat selisih sekitar Rp87.135 per paket antara harga pengadaan yang disoroti dan harga pembanding di pasar.

Ahmad, dalam materi pernyataan JAMPER, menekankan perlunya pemeriksaan berbasis data untuk mengetahui apakah selisih tersebut dapat dijelaskan oleh perbedaan spesifikasi, kualitas barang, biaya produksi, maupun distribusi.

“Yang kami minta adalah keterbukaan dasar penetapan harga setiap komponen agar masyarakat bisa menguji kewajarannya secara objektif,” tegasnya.

Selisih harga tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya penggelembungan harga atau mark-up. Penilaian kewajaran harus mempertimbangkan kesetaraan spesifikasi teknis, kualitas bahan, ukuran, volume pesanan, ongkos jahit, biaya produksi, pengemasan, transportasi, distribusi, pajak, dan komponen biaya lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *