Rp269 Triliun dari Batu Bara, Berapa yang Kembali ke Kalimantan Timur?

0

Tidak Hanya Batu Bara

Kontribusi Kalimantan Timur terhadap perekonomian nasional sebenarnya tidak berhenti pada batu bara.
Provinsi ini juga merupakan salah satu penghasil utama:
• minyak bumi,
• gas alam,
• LNG dari Bontang,
• serta berbagai mineral lainnya.

Selama puluhan tahun Kalimantan Timur menjadi penyumbang penting penerimaan negara melalui pajak, royalti, PNBP sektor pertambangan, migas, serta devisa ekspor.

Ironisnya, ketika berbicara mengenai pembangunan daerah, yang sering muncul justru persoalan jalan rusak, lubang tambang, banjir, pencemaran sungai, degradasi hutan, dan konflik lahan.

Mengapa Devisa Tidak Langsung Kembali ke Daerah?
Perlu dipahami bahwa devisa hasil ekspor bukanlah pendapatan pemerintah daerah.

Devisa merupakan penerimaan negara yang masuk ke sistem keuangan nasional untuk memperkuat cadangan devisa, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dan mendukung perekonomian nasional.

Daerah penghasil memperoleh manfaat melalui mekanisme lain, antara lain:
• Dana Bagi Hasil (DBH),
• royalti,
• Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),
• pajak daerah,
• serta berbagai transfer fiskal lainnya.

Secara hukum mekanisme tersebut memang benar.
Namun, pertanyaannya bukan lagi apakah mekanismenya benar, melainkan apakah hasil akhirnya sudah adil?

Sebuah Ilustrasi yang Layak Dipikirkan

Mari kita gunakan ilustrasi sederhana.
Apabila Kalimantan Timur menyumbang sekitar 44 persen produksi batu bara nasional, maka secara matematis nilai ekonominya setara dengan sekitar Rp118 triliun dari total devisa Rp269 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *