Diskusi Sumpah Pemuda DEMA-PTKIN Wilayah Kalimantan: Menguji Idealisme Pemuda di Hadapan Kekuasaan

Diskusi Sumpah Pemuda bertajuk “Refleksi Kepemudaan dalam Menakar Idealisme Pemuda: Antara Gagasan Perubahan dan Realitas Perjuangan” pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 19.00 WITA, bertempat di Smore Coffe.
Kabarhaluan.com,KALIMANTAN – Dalam rangka merefleksikan semangat Sumpah Pemuda, Aliansi DEMA-PTKIN Seluruh Indonesia Wilayah Kalimantan menggelar Diskusi Sumpah Pemuda bertajuk “Refleksi Kepemudaan dalam Menakar Idealisme Pemuda: Antara Gagasan Perubahan dan Realitas Perjuangan” pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 19.00 WITA, bertempat di Smore Coffe.
Diskusi ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai posisi pemuda, khususnya mahasiswa dan kaum intelektual, dalam menghadapi realitas kekuasaan. Tidak hanya membicarakan idealisme sebagai semangat perubahan, forum ini juga menguji bagaimana prinsip dan keberpihakan tetap dipertahankan ketika berhadapan dengan kepentingan politik, akses kekuasaan, serta kompleksitas birokrasi.
Diskusi yang di adakan oleh Andriyan Dwi Saputra selaku Koordinator Wilayah DEMA PTKIN Kalimantan ini menghadirkan empat pemantik dari latar belakang organisasi dan kepemudaan, yakni Zukhrizal Irbhani, Ketua PC PMII Samarinda; Himawan Aditya, Presiden Mahasiswa; M. Reza Fahlevi, Ketua CMI Kabupaten Kutai Kartanegara; serta Sabrian Ariq A., Gubernur FUAD UINSI. Forum ini juga menghadirkan Dr. M. Fajri, M.Pd., Akademisi UINSI, sebagai perspektif akademik yang menguji sekaligus mempertemukan berbagai gagasan yang berkembang. Diskusi dipandu oleh Muhammad Rafi’i selaku moderator.
Menggunakan Model Dialektika Hegel, Mempertemukan Gagasan dan Kritik
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam forum ini adalah penggunaan model dialektika Hegel sebagai pendekatan untuk membangun diskusi. Empat pemantik menyampaikan gagasan dari sudut pandang masing-masing, sementara akademisi mengambil peran sebagai penguji argumentasi sekaligus membantu merumuskan sintesis dari perbedaan pandangan yang muncul.
