SPK-KALTIM, Menuntut Tindakan Tegas KSOP Kelas II A Samarinda dalam Pengawasan Pemanduan Serta Tuntutan Tindakan Tegas Dalam Evaluasi dan Penegakan Sertifikasi Pemanduan di Wilayah Pelindo IV.

Foto : Sukrin, sekretaris umum SPK-KALTIM
Tuntutan ini diajukan sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tabrakan jembatan Mahakam yang terjadi, serta untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Samarinda. Dan kapal tersebut diduga sudah terlibat dua kali penabrakan.
Dalam sebuah pernyataan lain, korlap perwakilan demonstran, Sukrin yang juga sekretaris umum SPK-KALTIM, mengatakan;
“Kami tidak bisa membiarkan keselamatan masyarakat dan integritas fasilitas publik diabaikan. Sudah saatnya KSOP bertindak tegas untuk memastikan setiap pemandu memiliki sertifikasi resmi dan operasional pemanduan berjalan sesuai prosedur,” Pungkasnya.
M. Ridha. R, Kepala Pelaksana Harian KSOP Kelas II Samarinda juga memberikan respon positif adanya aksi demontrasi yang di lakukan oleh SPK-KALTIM, dan mempersilahkan SPK-KALTIM untuk berdiskusi dalam Aula KSOP Kelas II A Samarinda mengenai aspirasi yang disampaikan.
“Adik-adik kita ini kan membawa aspirasi, jadi perlu kami menerima aspirasi itu. Sehingga apa yang menjadi masukan ke kami, kita evaluasi yang ada, baik masalah pemanduan dan sebagainya, itu kan masukan bukan tuntutan sebenarnya. Masukannya supaya ada perbaikan-perbaikan, sehingga tidak terjadi kecelakaan lagi dan InsyaAllah kita evaluasi kembali bersama-sama dengan tim yang ada, evaluasi kejadian-kejadian ini supaya tidak terjadi kedua kalinya.” Tandanya.
Aksi demonstrasi ini, diharapkan dapat memberikan tekanan moral kepada KSOP dan Pelindo IV Samarinda agar segera memperbaiki sistem pengawasan pemanduan, sehingga insiden kecelakaan di sungai dapat diminimalkan.
