SPK-KALTIM, Menuntut Tindakan Tegas KSOP Kelas II A Samarinda dalam Pengawasan Pemanduan Serta Tuntutan Tindakan Tegas Dalam Evaluasi dan Penegakan Sertifikasi Pemanduan di Wilayah Pelindo IV.

Foto : Sukrin, sekretaris umum SPK-KALTIM
Oleh karena itu, Suara Pemuda Kalimantan Timur (SPK-KALTIM) melaksanakan aksi demonstrasi sebagai respon terhadap meningkatnya kecelakaan di sungai akibat adanya dugaan kelalaian Pengawasan Pemanduan oleh KSOP Kelas II A Samarinda.
“Kami menduga pihak-pihak terkait, telah membiarkan pelaksanaan pemanduan oleh pilot yang tidak bersertifikasi secara resmi. Sehingga mengakibatkan sebuah kapal tongkang bermuatan kayu, Indosukses 28 yang ditarik oleh tugboat MTS 28, menabrak pilar ketiga jembatan ini sekitar pukul 16.00 WITA, yang mengakibatkan fender pelindung jembatan hilang dan retakan muncul dibeberapa bagian struktur jembatan,” Ujarnya
Sukrin, sekretaris umum SPK-KALTIM mengkritik dugaan adanya kelalain tugas dari KSOP Kelas II A Samarinda tersebut.
“Kami, tidak ingin problem kapal tabrak jembatan di anggap sederhana, jangan tunggu ada korban baru saling lempar tanggung jawab padahal insiden demikian bisa di lakukan pencegahan. Kritik atas dugaan kelalaian tugas di atas akan kami teruskan kepada Kementerian Perhubungan untuk dilakukan evaluasi besar-besaran dan investigasi menyeluruh terkait kinerja struktur di bawahnya yaitu KSOP Kelas IIA Samarinda, jika tidak ada atensi yang jelas,”Tambahnya.
Suara Pemuda Kalimantan Timur (SPK-KALTIM), menuntut agar KSOP Kelas II A Samarinda segera mengambil langkah kongkret.

TUNTUTAN :
1. Menuntut KSOP Kelas II A Samarinda sebagai (Pengawas Pemanduan) kepada Pelindo Samarinda untuk mengevaluasi pemandu melihat tingkat Kecelakaan sungai di Kota Samarinda;
