Populisme Kebijakan dalam Balutan Gratispol: Catatan Kritis Tahun Pertama Rudy–Seno.

0

Oleh: Ali Sya'ban M. Ketua PMII Rayon Fisip Universitas Mulawarman

Kabarhaluan.com, KALTIM – Dalam politik kebijakan, janji sosial kerap tampil lebih cepat daripada kesiapan sistem yang menopangnya. Program Gratispol di Kalimantan Timur menjadi contoh nyata bagaimana ambisi kebijakan yang besar dapat bertabrakan dengan kapasitas administratif dan fiskal daerah yang terbatas. Setahun setelah diluncurkan, Gratispol layak diuji bukan dari kemegahan seremoni peresmiannya, tetapi dari sejauh mana ia benar-benar mengubah akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial dasar.

Satu tahun terakhir ini, kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji telah memperkenalkan Program Unggulan “Gratispol” sebagai pilar utama kebijakan sosial-publik di Kalimantan Timur. Program ini diposisikan sebagai instrumen kebijakan untuk mewujudkan visi besar “Kaltim Emas”, dengan janji pendidikan gratis dari tingkat SMA sampai S3, pelayanan kesehatan gratis, seragam sekolah, internet desa, hingga bantuan biaya administrasi rumah dan umrah bagi marbot serta penjaga tempat ibadah. Narasi pemerintah menyebut Gratispol sebagai jawaban atas beban biaya yang selama ini menjadi hambatan akses layanan publik bagi keluarga berpendapatan rendah.

Secara retoris, desain kebijakan gratispol mengadopsi formulasi populis yang sangat menarik secara politik. menanggulangi biaya pendidikan tinggi, membuka akses tanpa biaya kesehatan, serta pelayanan sosial lainnya. Namun, telaah empiris pada tahap implementasi menunjukkan ketidaksesuaian yang substansial antara desain program sebagai fenomena kebijakan ideal dan kenyataan operasionalnya. Pemerintah sendiri mengakui bahwa implementasi penuh program ini terhambat oleh proses administratif seperti penyusunan payung hukum (Pergub dan SK pelaksanaan) yang masih dalam tahap asistensi di Kementerian Dalam Negeri, serta keterbatasan APBD tahun 2025 yang memang tidak dirancang untuk mengakomodasi seluruh komponen Gratispol secara simultan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *