SPK-KALTIM, Menuntut Tindakan Tegas KSOP Kelas II A Samarinda dalam Pengawasan Pemanduan Serta Tuntutan Tindakan Tegas Dalam Evaluasi dan Penegakan Sertifikasi Pemanduan di Wilayah Pelindo IV.

0

Foto : Sukrin, sekretaris umum SPK-KALTIM

Kabarhaluan.com, Samarinda – Samarinda, 26 Februari 2025, pemuda yang terhimpun dalam Suara Pemuda Kalimantan Timur (SPK-KALTIM), menggelar aksi demonstrasi di depan KSOP Kelas II A Samarinda. Aksi ini diluncurkan sebagai respons terhadap meningkatnya kecelakaan di sungai akibat dugaan kelalaian pengawasan pemanduan oleh KSOP Kelas II A Samarinda, yang dianggap telah membiarkan pelaksanaan pemanduan oleh pilot yang tidak bersertifikasi secara resmi.

Bermula, pada hari minggu, 16 Februari 2025 sebuah kapal tongkang bermuatan kayu, Indosukses 28 yang ditarik oleh tugboat MTS 28, menabrak pilar ketiga jembatan Mahakam Satu sekitar pukul 16.00 WITA. Akibatnya, fender pelindung jembatan hilang dan retakan muncul dibeberapa bagian struktur jembatan.

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi, tercatat sejak 2006-2025, struktur jembatan berusia 38 tahun ini sudah lebih 20 kali di hantam (tertabrak) kapal.

Jembatan Mahakam yang dibangun pada 6 Oktober 1983 ini, mulai beroperasi sejak diresmikan pada 2 Agustus 1986 merupakan jalur penghubung samarinda Seberang dan Samarinda kota. Selain sebagai penghubung, Jembatan Mahakam satu merupakan salah satu akses mobilitas laju pertumbuhan perekonomian di kota Samarinda Kalimantan Timur yang kini di tutup karena adanya insiden kapal muatan kayu yang menabrak Jembatan tersebut.

Berulangnya tabrakan kapal tongkang terhadap Jembatan Mahakam, menunjukkan dugaan kurangnya pengawasan dan penegakan hukum lalu lintas sungai oleh badan otoritas terkait, terutama badan otoritas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *