Akses Pendidikan di Kalimantan Timur Masih Timpang, Siswa Hadapi Fasilitas Minim hingga Perjalanan Beresiko

0

Taufikuddin Ketua Umum PC PMII Kota Samarinda

Akses pendidikan yang seharusnya menjadi hak, justru menjadi beban bagi siswa. Contoh sekolah-sekolah di Kabupaten/Kota yang sarana dan prasarana nya masih terbatas dan tidak layak seperti, Pembangunan SMAN 4 di Kab. Kutai Kartanegara, SMAN 2 Sangatta Selatan di Kab.Kutai Timur, SMAN 16 dan 17 di Kab. Berau, SMAN 14 di Kota Samarinda, serta SMAN 10 dan SMKN 8 di Kota Balikpapan. Tambahnya.

Di tengah kondisi ini, perhatian Gubernur Kalimantan Timur dinilai belum menyentuh akar persoalan. Fokus pada program pendidikan lanjutan tidak boleh mengabaikan kebutuhan dasar siswa di tingkat sekolah. Tanpa akses yang layak, pendidikan hanya akan dinikmati oleh sebagian, bukan semua.

“Pak Gubernur, jangan biarkan generasi kami berjuang sendiri. Kemajuan daerah tidak lahir dari janji, tetapi dari keberpihakan nyata pada pendidikan. Sebab majunya suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas generasi yang berkualitas” tegas Fiku.

Sudah saatnya pemerintah provinsi hadir secara konkret: menyediakan transportasi bus sekolah, memperbaiki sarana dan prasarana, serta memastikan tidak ada lagi siswa yang tertinggal hanya karena akses.

Karena pendidikan layak bukan pilihan,melainkan hak seluruh generasi Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *