Sosok Rahmat Dermawan, Caleg PDI Perjuangan Pejuang Wong Cilik

0

Tak hanya itu, Rahmat juga merupakan penggerak organisasi kedaerahan Himpunan Mahasiswa Samboja.

Pada 2016, ia juga mendirikan organisasi volunteer Rumah Inspirasi Kaltim dan organisasi ilmiah Distrik13 (diskusi tim dan riset) di Samboja.

“Selesai kuliah saya pulang kampung, mengaplikasikan banyak hal. Tapi memang terbatas, ketika jauh dari pusat ibukota provinsi, pembangunan di kampung sangat tertinggal,” ucap Rahmat.

“Masyarakat hanya menjadi objek ketika pemilu. Ini yang menampik saya, bahwa kampung harus punya gebrakan mengambil anggaran untuk pembangunan. Oleh karena itu saya putuskan untuk merantau lagi,” sambungnya.

Singkat cerita, pada 2019 Rahmat bertemu dengan politikus Samboja, Muhammad Samsun.

Di situ ia duduk berdialog dan memiliki pandangan yang sama terkait pembangunan daerah.

Ia pun diberikan amanah menjadi Tenaga Ahli DPRD Kalimantan Timur.

Rahmat pun mendapat kebebasan untuk menyerap banyak keluhan masyarakat di berbagai bidang seprti pertanian, perikanan, dan infrastruktur di desa-desa, termasuk transmigran jawa.

Hal tersebut akhirnya memantik Rahmat untuk memfasilitasi petani dan nelayan membuat proposal. Tidak jarang, proposal tersebut bertumpuk hingga berdus-dus di rumahnya.

“Saya keliling Kukar membuat proposal untuk petani, nelayan, dan masyarakat desa. Petani sulit pupuk, jalan desa putus, pembangunan yang tertinggal. Ini terus saya dorong, usulan itu harus direalisasikan,” terangnya.

Sebagai orang yang akan bertarung di kontestasi pemilihan legislatif 2024, Rahmat Dermawan justru makin sibuk bertemu masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *