Pemira Fakultas Syari’ah Tercoreng, Kertas Suara Sudah Tercoblos Diduga Bukti Kecurangan Terstruktur

Desakan agar panitia Pemira dan pihak fakultas bertanggung jawab pun semakin menguat. Mahasiswa menuntut adanya keterbukaan informasi kepada publik kampus. “Panitia harus berani membuka secara jujur berapa jumlah kertas suara bermasalah dan siapa yang bertanggung jawab. Jangan ada upaya menutup-nutupi,” tambahnya
Mahasiswa juga meminta agar fakultas dan pihak rektorat turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. “Jika terbukti ada unsur kesengajaan, maka sanksi tegas harus dijatuhkan. Bahkan pemungutan suara ulang adalah langkah paling rasional untuk memulihkan keadilan,” tutupnya
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa demokrasi kampus tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir pihak. Tanpa ketegasan dan transparansi, Pemira Fakultas Syari’ah berpotensi kehilangan legitimasi serta kepercayaan mahasiswa secara luas.
