KPPU RILIS KAJIAN DAMPAK PERKARA LOGISTIK: EKOSISTEM MEMPEROLEHMANFAAT Rp1,477 TRILIUN, DOMINASI ALGORITMA MASIH MENJADI TANTANGAN

Meskipun opsi kurir kini telah dibuka secara formal, SPX tetap mempertahankan pangsa pasar mayoritas: 48,5% dari sisi pilihan penjual dan 61,5% dari sisi pilihan pembeli. Pengaruh algoritma platform terhadap keputusan pembeli bahkan tercatat masih sangat kuat, dengan penurunan probabilitas pemilihan kurir JNT hingga 98,2% ketika bertransaksi di Shopee.
“Kajian ini menunjukkan bahwa intervensi KPPU telah membuka ruang bagi persaingan yang lebih sehat di pasar jasa kurir, namun kami menyadari bahwa perubahan struktural memerlukan waktu dan pengawasan berkelanjutan. KPPU akan terus memantau implementasi komitmen ini secara ketat untuk memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh pelaku usaha, besar maupun kecil”, ujar Ketua KPPU Gopprera Panggabean.
Dari sisi kualitatif, temuan kajian juga memperkuat indikasi hambatan struktural yang dihadapi pelaku usaha jasa kurir. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) mengungkapkan bahwa dari sekitar 700 perusahaan berizin kurir di Indonesia, hanya sekitar lima perusahaan terbesar yang mampu beroperasi di ekosistem Shopee. Asosiasi juga menyoroti bahwa skema promosi gratis ongkos kirim kerap membebankan 40%-70% biaya kepada perusahaan kurir eksternal, bukan sepenuhnya ditanggung oleh platform.
Dari sisi manfaat ekonomi, kajian mengestimasi surplus penjual sebesar Rp872 miliar melalui efisiensi biaya operasional, surplus pembeli sebesar Rp221,57 miliar melalui peningkatan kebebasan memilih dan mitigasi risiko transaksi barang bernilai tinggi, serta pemulihan nilai pasar logistik sebesar Rp384 miliar melalui kembalinya sebagian pangsapasar kepada kurir eksternal.
