GPPL-KT Geruduk Kejati Kaltim atas dugaan Korupsi DPUPR di KUKAR

0

Kabarhaluan.com-Samarinda,–  GPPL- KT melakukan aksi di Kejati Kaltim pada Kamis (20/02/2025 ) pada aksi tersebut membahas terkait Pembangunan Peningkatan Jalan Jongkang Menuju Jalan Jakarta Samarinda Karang Paci (RING ROAD III), Kec. Tenggarong Seberang, yang menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat pasalnya pembangunan jalan tersebut telah di mulai dari tahun 2013 akan tetapi belakangan ini jalan tersebut baru bisa dilalui.

“Ada apa dengan jalan tersebut kenapa belakangan ini baru bisa kita lalu knapa tidak dari dulu ?”
Tanya korlap Aksi

Gppl kt dalam investigasinya menemukan beberapa kejanggalan terhadap pembangunan jalan tersebut di antara,
1. Menduga jalan yang di bangun tahun anggaran 2013 diduga tidak selesai di kerjakan atau mangkrak, ditemukan dibeberapa titik terlihat bahwa ada jalanan yang tidak terhubung atau tidak selesai.
2. Adanya pembangunan jalan di lokasi yang sama menggunakan anggaran baru, dimana sebelumnya jalan tersebut telah di anggarkan pada tahun 2013 namun diduga tidak selesai dikerjakan (ada upaya penutupan barang bukti atas dugaan pekerjaan yang sebelumnya mangkrak).
3. Selain dari pada 2 persoalan di atas Gppl kt juga menemukan bahwa beberapa media online yang sebelumnya menyorot persoalan tersebut diduga dibungkam sehingga berita terkait jalan tersebut di takedown atau di hapus.

Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan ekonomi dan kemajuan suatu daerah. Pembangunan infrastruktur bersumber pada anggaran pemerintah tentunya harus sesuai antara Pembangunan dan anggaran negara yang di keluarkan. Dalam penangananya hal tersebut tidak boleh asal-asalan apalagi di permainkan karna menyangkut kesejahterasaan masyaralat melalui akses tersebut. “Ucap totti

Maka dari itu kami dari Gerakan Pemuda Pemerhati Lingkungan Kalimantan Timur (GPPL-KT) menduga adanya potensi penyelewengan anggaran  dan dugaan praktek KKN dalam pekerjaan tersebut. Kami juga menduga ada kong kalikong antara pejabat terkait yang bermain di belakang mangkraknya pekerjaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *