Fransisca Debi Pimpin Dewi Pertiwi Samarinda, Soroti Perempuan dan Anak

0

Fransisca mengatakan keberhasilan program tidak akan diukur dari jumlah kegiatan yang digelar. Ia ingin setiap kegiatan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan peserta.

“Kami ingin membangun program yang bisa diukur hasilnya. Jadi bukan sekadar berapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi berapa banyak perempuan yang setelah mengikuti kegiatan tersebut benar-benar menjadi lebih tahu, lebih berdaya, dan mendapatkan akses yang sebelumnya tidak mereka miliki,” tuturnya.

Dewi Pertiwi resmi, Ketua Umum Dewi Pertiwi, Fenty Noverita saat deklarasi menekankan tiga prinsip gerakan organisasi, yakni bergerak, berdaya dan berdampak.

Di Samarinda, Fransisca mengatakan ruang partisipasi Dewi Pertiwi tidak akan dibatasi oleh latar belakang politik. Profesional, pelaku UMKM, akademisi, mahasiswa, ibu rumah tangga, aktivis komunitas maupun perempuan dari berbagai profesi dapat terlibat.

“Persoalan perempuan tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok saja,” katanya.

Dewi Pertiwi Samarinda juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, institusi pendidikan, dunia usaha, profesional, media dan organisasi masyarakat.

Fransisca berharap keberadaan organisasi tersebut dapat menjadi ruang yang mudah diakses perempuan ketika membutuhkan informasi maupun dukungan.

“Saya ingin ketika ada perempuan yang membutuhkan informasi, membutuhkan dukungan, atau ingin mengembangkan dirinya, mereka tahu bahwa ada ruang yang bisa mereka datangi,” harapnya.

Menurut dia, ukuran keberhasilan organisasi bukan terletak pada besarnya struktur, melainkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *