Desa Masih Tanpa Listrik di 2026, CMI Kutim Mendesak Pemkab bertindak: Ini Soal Keadilan Dasar / Masih Ada Desa Tanpa Listrik di 2026, CMI Kutim Mendesak Percepatan Tanpa Penundaan

0

Kabarhaluan.com,- Target Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama PLN untuk mengaliri listrik ke seluruh desa pada 2026 patut diapresiasi sebagai komitmen menghadirkan pemerataan pembangunan. Namun, di balik target tersebut, masih terdapat tiga desa yang hingga kini belum menikmati akses listrik secara penuh. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah pemerintah belum sepenuhnya selesai.

Listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Tanpa itu, masyarakat desa akan terus berada dalam ketertinggalan struktural, di tengah arus pembangunan yang semakin cepat.

Wakil Ketua Umum Cermin Muda Indonesia (CMI) Korcab Kutai Timur, Raihan Amali Ramadhan, menegaskan bahwa percepatan aliran listrik ke desa-desa yang belum terjangkau harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kita tidak sedang berbicara soal proyek pembangunan biasa, tetapi tentang pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di tahun 2026 ini, sudah seharusnya tidak ada lagi desa yang hidup tanpa akses listrik,” ujar Raihan.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika persoalan kelistrikan yang belakangan ini terjadi di berbagai wilayah, seperti pemadaman listrik di Pulau Sumatra dan Kalimantan, tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlambat realisasi pemerataan listrik di daerah.

“Jangan sampai persoalan pemadaman listrik yang terjadi di wilayah lain justru menjadi alasan untuk menomorduakan pemenuhan listrik di desa-desa yang hingga hari ini belum teraliri. Justru di situlah pemerintah harus hadir lebih cepat dan lebih tegas,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *