Skandal Hibah DBON Kaltim: Kepercayaan Publik Runtuh, Prestasi Olahraga Jadi Taruhan

0

SAMARINDA, kabarhaluan.com – Kasus dugaan korupsi dana hibah Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim Tahun Anggaran 2023, bukan sekadar tindak pidana keuangan.

Penahanan dua pejabat, AHK (Kepala Dispora Kaltim) dan ZZ (Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim), oleh Kejati Kaltim pada Kamis (18/9/2025), menjadi cermin retaknya tata kelola keuangan negara di sektor olahraga.

Dana hibah Rp100 miliar, yang seharusnya menopang pembinaan atlet justru diselewengkan lewat mekanisme pencairan fiktif dan penyaluran tidak sesuai aturan.

Hasil penyidikan menyebut, AHK menyetujui pencairan tanpa dokumen sah, sementara ZZ menyalurkan dana ke pihak di luar Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan gagal membuat laporan pertanggungjawaban.

Bagi masyarakat, khususnya insan olahraga, kasus ini meninggalkan luka dalam. Alih-alih merasakan manfaat DBON, atlet dan pelatih di lapangan justru mengeluhkan minimnya fasilitas dan dukungan anggaran.

“Janji besar DBON adalah mencetak atlet unggulan. Tapi kenyataannya, banyak cabor masih jalan sendiri tanpa bantuan berarti, dan kasus ini makin memudarkan harapan kami,” kata seorang pengurus cabang olahraga di Samarinda yang enggan disebut namanya.

Skandal ini membuat publik meragukan efektivitas program hibah daerah, terlebih ketika melibatkan dana besar dengan pengawasan lemah.

DBON sejatinya, adalah program nasional yang digadang-gadang menjadi pondasi lahirnya atlet berprestasi dunia.

Kaltim, sebagai salah satu lumbung talenta, diharapkan jadi motor penggerak. Namun, dengan adanya kasus ini, misi besar tersebut terancam mandek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *