Rinaldi Kafka Pimpin POBSI Kukar 2026–2030, Tegaskan Prestasi Biliar Harus Dibangun dari Sistem Bersih dan Berkeadilan

0

Musyawarah Cabang (Muscab) lanjutan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Kartanegara

Ia memastikan bahwa di bawah kepemimpinannya, seluruh atlet—baik senior maupun junior—memiliki ruang yang sama untuk berkembang. Tidak boleh ada diskriminasi, apalagi pengabaian terhadap atlet muda yang berpotensi.

Salah satu penekanan paling keras dalam pidato Rinaldi Kafka adalah soal sistem yang bersih dan transparan. Ia secara terbuka mengkritik pola lama yang kerap menempatkan kedekatan dan kepentingan sebagai pintu masuk program pembinaan.

> “Prestasi harus lahir dari proses yang bersih, bukan dari kedekatan atau titipan. Keadilan harus ditegakkan dalam setiap keputusan organisasi,” katanya dengan nada tegas.

Rinaldi menegaskan, program latihan, seleksi atlet, hingga try out harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia meyakini, atlet hanya akan berlatih dengan sungguh-sungguh jika mereka percaya pada sistem yang jujur.

> “Sistem yang jujur akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang berkualitas,” tambahnya.

Lebih jauh, Rinaldi menegaskan bahwa POBSI Kukar tidak boleh menjadi organisasi yang berjarak dengan atlet dan klub. Organisasi, menurutnya, harus hadir, mendengar, bekerja, dan bertanggung jawab penuh terhadap proses pembinaan.

Ia juga menegaskan komitmen untuk merangkul seluruh elemen biliar di Kukar, termasuk pembina, klub, hingga pemilik rumah biliar, sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem olahraga.

> “Tujuan kita bukan prestasi sesaat, tapi prestasi yang berkelanjutan dan mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *