Polisi Jadi-jadikan Aksi Mahasiswa sebagai Lelucon, PMII Rayon FISIP Unmul: Arogansi Aparat Telah Melewati Batas!

0

Ketua Rayon, Ali Sya’ban M

“Hari ini kita menyaksikan bagaimana seorang aparat, yang seharusnya menjadi pelindung hak-hak sipil, justru bertindak seolah olah dirinya berada di atas hukum dan etika. Mengunggah video aksi mahasiswa yang sah secara konstitusional hanya untuk dijadikan bahan lelucon adalah penghinaan terbuka terhadap gerakan rakyat. Ini bukan sekadar candaan, ini adalah bentuk pelecehan politik,” tegas Ali dalam pernyataan resminya.

Ali melanjutkan bahwa demokrasi bukan tentang jumlah, melainkan tentang keberanian menyampaikan kebenaran.

“Apakah karena hanya tiga orang, maka perjuangan mereka boleh ditertawakan? Ini adalah cara berpikir yang menyesatkan. Sejarah menunjukkan bahwa banyak perubahan besar dimulai dari suara-suara kecil. Satu suara yang berangkat dari nurani jauh lebih berharga dari seribu yang diam dalam kenyamanan. Aksi kemarin adalah ekspresi dari keberanian sipil yang justru layak dihormati, bukan dihina,” tambahnya.

Menurutnya, tindakan oknum polisi tersebut menunjukkan lemahnya kultur profesionalisme dalam institusi kepolisian. Ali mendesak agar Kapolres Bima maupun Polda NTB segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku.

“Kami menuntut agar ada proses pemeriksaan terbuka terhadap oknum tersebut. Jika tidak, ini akan menjadi preseden buruk bagi hubungan antara aparat dan masyarakat sipil. Polisi seharusnya menjamin kebebasan berekspresi, bukan malah memperoloknya. Jangan sampai institusi kepolisian kehilangan kepercayaan publik karena ulah satu-dua orang yang tidak tahu posisi dan tanggung jawabnya,” tegas Ali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *