“Mulai dari Visum Berbayar hingga RUU PPRT yang Mangkrak: Negara di Mana?”

0

Penolakan yang dilakukan oleh Perempuan juga kerap di bumbui oleh intimidasi oleh oknum-oknum tersebut.

Sejatinya belum ada tempat yang benar-benar aman bagi.

Perempuan.Perempuan bersatu tidak hanya untuk perempuan saja. Ini merupakan gerakan bagi semua yang yakin bahwa keadilan adalah milik setiap manusia.

Bagi ibu yang tubuhnya diabaikan oleh negara.

Bagi anak perempuan yang masa depannya dipertaruhkan.
Bagi PRT yang sudah menunggu perlindungan selama 22 tahun.
Bagi buruh perempuan yang hidup dalam ketidakpastian.
Bagi perempuan adat yang tanahnya diambil.

Bagi korban yang terpaksa membayar untuk mendapatkan keadilan.
Bagi mereka yang dibungkam, dikriminalisasi, dan dilupakan.
Kami tidak akan tinggal diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *