Hadiri TTG Ke-X Tingkat Provinsi Kaltim, DPMD Kabupaten Kukar Bawa Posyantek Serta TTG 3 Desa Di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Foto IST
“Kemudian bahan tersebut di olah menjadi pupuk organic cair dengan menggunakan alat penghancur, dan di difermentasikan selama 20 hari,” jelasnya.
“Setelah itu, air dari difermentasi menjadi pupuk organik cair, sedangkan sisa yang tidak bisa difermentasikan ini di olah menjadi pupuk organik padat dengan di campur bahan kotoran ternak, dan hasil kedua pupuk organik ini di jadikan pupuk untuk tanaman sayur-mayur,” paparnya.
“Desa Buana Jaya juga memiliki inovasi yang sangat penting untuk mempermudah dalam memanen hasil pertanian jagung, yakni berupa alat pemipil jagung,” tuturnya.
“Dan selama ini para petani membeli alat tersebut di pasaran serta di gunakan oleh petani di Kabupaten Kukar, namun tidak efektif bahkan tongkol jangung sering ikut, sehingga harus dua kali kerja, itupun belum maksimal, ”terangnya.
“Dengan adanya alat yang lebih sederhana serta efisien dalam menggunakan alat ini, tentunya hasil kerja hanya sekali saja dan bersih, tanpa ada campuran dari tongkol jagung,” jelas Kepala DPMD Kabupaten Kukar Arianto.
“Sedangkan Desa Suka Maju menghasilkan TTG produk yang berbeda dan bermanfaat bagi masyarakat umum, yakni pengolahan sampah menjadi produk paving blok, bahkan telah menjadi Juara di event TTG Bontang tahun 2023, belum lama ini,” ungkapnya.
Kepala DPMD Kabupaten Kukar menambahkan pula, bahwa saat ini ada peningkatan kapasitas produksi dan inovasi jenis baru yang telah di ciptakannya.
“Saya berharap dengan adanya TTG ini bisa mendorong kemandirian masyrakat Desa di Kabupaten Kukar, untuk lebih kreatif lagi dalam menciptakan alat teknologi lainnya, karena hasil karya mereka ini bisa membantu masyarakat di Kaltim, bahkan di Indonesia,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo_Kukar/INR)
