Dari Riset, Lapangan, hingga Panggung Seleksi: Siapa Dudi Hari Saputra?

Ia mengedepankan pendekatan bisnis berbasis SMART Method—spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berjangka waktu jelas.
“Transformasi MMP harus bersifat menyeluruh, dari aspek tata kelola, efisiensi digitalisasi, hingga ekspansi ke sektor energi hijau,” ujar Dudi dalam presentasinya.
Ia menyoroti perlunya MMP mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan PI 10%, serta menyusun blueprint yang konkret menuju bisnis energi terbarukan.
Tantangan seperti keterlambatan setoran PAD, pembayaran pajak PI, dan lemahnya GRC (Governance, Risk, and Compliance) internal menurutnya harus segera dibenahi, melalui mekanisme evaluasi berkala dan manajemen risiko objektif.
Ia menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan, baik pemerintah, BUMN, swasta nasional, maupun mitra global.
Dari Lokal Menuju Global: Energi untuk Masa Depan.
Rencana jangka pendek yang ia usung adalah, menggandeng mitra berpengalaman dalam pengembangan sektor hulu dan hilir migas, untuk meningkatkan pendapatan non-PI secara signifikan.
Sementara dalam jangka menengah, Dudi mendorong pemanfaatan teknologi 4.0—seperti IoT, big data, dan AI—untuk efisiensi operasional dan diversifikasi bisnis ke bioenergi.
Lebih jauh, strategi jangka panjangnya adalah ekspansi bisnis skala nasional hingga global.
Targetnya, MMP Kaltim dapat mengambil peran sebagai pemasok utama rantai pasok energi terbarukan di Indonesia bahkan mancanegara.
“Sudah saatnya BUMD Kaltim bicara global, bukan hanya lokal,” tegasnya.
Figur Masa Depan Kaltim.
