Blokade Jalan oleh Mahasiswa UMI Picu Kemacetan dan Kericuhan dengan Ojol

0

Peringatan tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Jumat (24/4/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Rektor III Bidang Pembinaan Mahasiswa UMI, Nur Fadilah, mengaku kewalahan menghadapi aksi mahasiswa yang kerap menutup jalan setiap kali menggelar demonstrasi di depan kampus. Pihak kampus juga telah mengambil kebijakan dengan menggelar perkuliahan daring saat peringatan Amarah.

“Kami tidak melarang mereka mengenang peristiwa itu. Dengan perkuliahan daring, mereka bisa tetap fokus mengenang tanpa harus turun ke jalan. Namun, aksi tetap terjadi hingga berujung bentrokan, padahal sejak awal kami sudah melarang penutupan jalan,” ujar Nur Fadilah.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menyatakan seluruh mahasiswa yang diamankan akan dibina dan diberikan pemahaman terkait larangan aksi unjuk rasa yang mengganggu ketertiban umum, seperti menutup jalan dan dilakukan pada malam hari, sebelum dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

Penulis: MN Abdurrahman/Kontributor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *