Blokade Jalan oleh Mahasiswa UMI Picu Kemacetan dan Kericuhan dengan Ojol

0

Peringatan tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Jumat (24/4/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa

Kabarhaluan.com, MAKASSAR – Aksi penutupan jalan yang dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat malam (24/4/2026), berujung bentrokan dengan pengemudi ojek online (ojol) dan mengganggu aktivitas masyarakat’.

Penutupan dua jalur utama di depan kampus menyebabkan kemacetan panjang di salah satu ruas vital Kota Makassar. Dampaknya, akses menuju sejumlah fasilitas penting seperti RS Ibnu Sina, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Mal Nipah, hingga perkantoran di sepanjang jalan tersebut ikut terhambat.

Aksi peringatan Amarah ini rutin digelar setiap 24 April oleh ratusan mahasiswa UMI untuk mengenang tewasnya tiga mahasiswa UMI pada 24 April 1996, dalam aksi protes menolak kenaikan tarif angkot pete-pete di Makassar.

Bentrokan terjadi saat mahasiswa menutup dua jalur jalan di depan kampus, yang menyebabkan kemacetan panjang di Kota Makassar. Akibat aksi tersebut, sejumlah fasilitas publik terganggu, seperti akses menuju RS Ibnu Sina, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Mal Nipah, serta sejumlah kantor swasta di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo.

Kericuhan terjadi ketika puluhan pengemudi ojol mencoba memaksa menembus blokade jalan yang dilakukan mahasiswa dengan memasang batu dan membakar ban bekas. Aksi saling lempar pun terjadi hingga mahasiswa UMI memilih mundur masuk ke dalam kampus.

Aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar mengamankan puluhan mahasiswa UMI yang terlibat bentrokan dengan warga dan pengemudi ojol. Mereka dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk dimintai keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *