Cuti Kepala KSOP, Indikasi Skandal Menguat: IMPERIUM Bongkar Dugaan Suap Rp36 Miliar & Jetty Ilegal.

Koordinator Lapangan Aksi, Ali Sya'ban,
Kabarhaluan.com, Samarinda – Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Hukum (IMPERIUM) Kalimantan Timur kembali menggelar Aksi Demonstrasi Jilid II sebagai bentuk tekanan publik terhadap dugaan pembiaran praktik ilegal di sektor kepelabuhanan, khususnya aktivitas bongkar muat batu bara di wilayah pengawasan KSOP Kelas I Samarinda.
Aksi ini dilatarbelakangi oleh temuan di lapangan yang menunjukkan masih maraknya aktivitas bongkar muat batu bara yang diduga ilegal di sepanjang Sungai Mahakam. Aktivitas tersebut bahkan disinyalir berlangsung melalui sejumlah jetty yang legalitasnya dipertanyakan, namun tetap beroperasi secara terbuka tanpa penindakan tegas dari otoritas terkait.
Salah satu titik yang menjadi sorotan serius adalah Jetty Pendingin, yang hingga saat ini masih diduga beroperasi meskipun izin dan status hukumnya belum jelas. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap fungsi pengawasan KSOP Samarinda sebagai otoritas pelabuhan.
Lebih jauh, isu ini semakin menguat dengan mencuatnya dugaan kasus suap senilai Rp36 miliar yang menyeret nama instansi KSOP Kelas I Samarinda. Dugaan tersebut dinilai semakin menemukan relevansi setelah Kepala KSOP Kelas I Samarinda diketahui telah dinonaktifkan atau cuti dari jabatannya, yang justru memunculkan spekulasi publik terkait adanya persoalan serius di internal lembaga tersebut. Hingga kini, belum terdapat kejelasan yang transparan terkait proses penanganan kasus tersebut, sehingga menimbulkan keresahan publik dan dugaan adanya pembiaran sistemik.
