Praktikum Fikih Siyasah Terbaru: Cara Efektif Menang PEMIRA Lewat Jalur Kecurangan Terstruktur, bekukan ORMAWA atau WD 3 mundur!

0

Aksi pemasangan spanduk provokatif dan penyegelan ruang kerja Wakil Dekan III oleh sekelompok mahasiswa

Kabarhaluan.com, SAMARINDA – Stabilitas dan kondusifitas akademik di Fakultas Syari’ah (Fasya) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda kini berada di persimpangan jalan. Menyikapi polemik Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) yang berujung pada tindakan anarkis berupa penyegelan fasilitas kampus, muncul dorongan kuat agar pihak birokrasi mengambil langkah luar biasa: Membekukan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang dinilai telah kehilangan arah dan integritasnya.

Polemik PEMIRA Fasya 2025 tidak lagi dipandang sebagai dinamika demokrasi biasa, melainkan cerminan dari rusaknya sistem akibat dugaan kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif. Pengabaian terhadap kaidah-kaidah hukum yang seharusnya dijunjung tinggi di Fakultas Syari’ah telah menciptakan preseden buruk bagi kaderisasi kepemimpinan mahasiswa.

Pembekuan ORMAWA dianggap sebagai solusi paling rasional untuk memutus rantai konflik kepentingan. Tanpa langkah tegas ini, legitimasi hasil PEMIRA akan terus cacat hukum dan hanya akan melahirkan kepemimpinan yang rapuh dan tidak kredibel.

Aksi pemasangan spanduk provokatif dan penyegelan ruang kerja Wakil Dekan III oleh sekelompok mahasiswa merupakan bentuk kekecewaan kepada Wakil Dekan III. Sebagai lembaga yang mencetak calon ahli hukum dan syariah, Fakultas Syari’ah tidak boleh membiarkan tindakan-tindakan pelanggaran yang terstruktur.

Pembekuan sementara aktivitas ORMAWA diperlukan sebagai masa “cool down” untuk merestorasi Etika dengan Menanamkan kembali nilai-nilai kejujuran dan sportivitas yang tampaknya telah hilang dalam kontestasi mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *