Dr. Basuki Agus Suparno, Generasi Muda Harus Rasional dalam Menilai Calon Pemimpin

0

Foto : Dosen Ilmu Komunikasi dari UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Basuki Agus Suparno, M.Si.,

Penulis kembali mengingatkan pada pemilihan presiden sebelumnya, di mana praktik komunikasi politik memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Preferensi politik diungkapkan dalam polarisasi seperti Karpet versus Cebong, Komunis versus Radikal-Kekhalifahan, dan lainnya.

Permainan kata-kata,retorika, argumentasi, dan praktik propaganda menjadi elemen penting dalam komunikasi politik. Artikel menyoroti bahwa era ini telah memasuki post-truth, di mana fakta bukanlah hal mendasar, melainkan bagaimana kata-kata di produksi secara masif untuk memengaruhi opini publik.

Penulis menyoroti bahwa kesalahan kecil dalam komunikasi dapat memicu respons yang merugikan. “Kesalahan dan keseleo lidah sekecil apa pun, akan memunculkan respon dan reaksi, yang dapat dipakai mendistorsi dan medelegitimasi potensi dan kredibilitas setiap calon,” tegasnya.

Kemampuan komunikasi pemilih dalam memahami konteks pesan kampanye menjadi hal yang krusial dalam hal ini, khususnya para “first-voters”. Artikel opini tersebut menegaskan bahwa generasi muda perlu memperhatikan rasionalitas, kekritisan, prioritas kepentingan, kejujuran, dan konsistensi perbuatan calon saat menilai dan memilih pemimpin. Dalam menghadapi dinamika kegaduhan komunikasi politik, Dr. Basuki selalu menyarankan agar generasi muda memilih pemimpin yang memiliki integritas, intelektualitas, dan ketulusan.

Dengan demikian, artikel ini selalu mencerminkan tantangan dalam komunikasi politik menjelang Pemilihan Presiden 2024, di mana kegaduhan dan dinamika pasar politik menjadi faktor utama yang perlu diatasi untuk menjaga keutuhan dan keadilan dalam pesta demokrasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *