16 Kecelakaan Tercatat di Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Soroti Kualitas Infrastruktur

Foto : Taufikuddin Ketum PC PMII Cabang Samarinda.
Kabarhaluan.com, Samarinda – Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda (BALSAM) merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Timur. Proyek ambisius ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara kota-kota di Kalimantan Timur, mengurangi waktu tempuh perjalanan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Sejak beroperasi pada tahun 2019, jalan tol balikpapan samarinda mengalami penurunan kualitas muka tanah yang begitu drastis, sehingga jalan tol BALSAM (Balikpapan-Samarinda) semakin bergelombang dan tidak rata Akibat tidak Upayakannya perawatan yang berkala, sehingga mengakibatkan kurangnya kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
Ini melanggar dari penegasan dalam UU. NO 2 Tahun 2022 Tentang Jalan bahwa dalam Pasal 2 Ayat 2 dan 3 Mengaskan bahwa Penyelenggaraan Jalan dilaksanakan dengan berdasarkan asas;mengupayakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan saat di gunakan. Sejak difungsikan pada tahun 2019-2023 telah tercatat sebanyak 16 kecelakaan yang dialami pengguna jalan diduga akibat dari kualitas jalan yang buruk dan bergelombang.
Padahal Dalam penyelengara dan pengelola Jalan samarinda (Balsam) dalam naungan PT Jasamarga
Balikpapan Samarinda (JBS) seharusnya berupaya melakukan perbaikan kualitas jalan yang selaras dengan biaya tol yang di naikan dan mahal.
Belum lagi persoalan tersebut pemerintah eksekutif dan legislatif seakan diam membisu tanpa melakukan peneguran dan denda administrasi kepada pihak pengelola jalan supaya keberadaan jalan tol tidak menjadi petaka bagi penggunanya.
