SMK Medika Samarinda Gebrak Literasi, Targetkan 1.000 Pelajar Membaca Buku.

0

“Supaya anak-anak kita tidak hanya berputar di akademisi saja, tetapi mereka juga bisa mengembangkan wirausaha,” kata Musmulyadi.

Menurutnya, pembentukan karakter dan kesiapan siswa juga membutuhkan keberanian serta kesabaran.

Namun, kedua hal tersebut harus disertai strategi agar keputusan yang diambil tidak justru menjadi persoalan baru.

Musmulyadi merangkum pendekatan pembinaan tersebut melalui prinsip K3S, yang diharapkan dapat menjadi bekal siswa dalam menghadapi persaingan dan menentukan pilihan masa depan.

“Tanpa strategi, keberanian bisa menjadi konyol,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga, akan menghadirkan narasumber dari sejumlah bidang.

Unsur Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, hingga praktisi kewirausahaan dijadwalkan memberikan wawasan kepada para peserta.

Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang tersebut, diharapkan memperluas perspektif siswa.

Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan pengalaman melalui aktivitas pameran, tetapi juga mempertemukan pelajar dengan berbagai pemikiran dan pengalaman di luar lingkungan sekolah.

Bagi SMK Medika Samarinda, kolaborasi dengan Samarinda Square juga memiliki sejarah yang cukup panjang.

Musmulyadi menyebut hubungan SMK Medika Samarinda dengan Ramayana dan PT Jakarta Intiland telah berlangsung sejak 2015.

Berbagai kegiatan siswa telah dilaksanakan di kawasan tersebut, dan hubungan kolaboratif itu kembali diwujudkan melalui Education Expo Gramedia Big Fair 2026.

“SMK Medika Samarinda, Ramayana dan Jakarta Intiland ini tidak bisa dipisahkan. Mulai tahun 2015 SMK Medika sudah ada dan bercokol di mal ini,” kata Musmulyadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *