Putri Amanda Nahkodai KADIN Kaltim: Terpilih Aklamasi di Tengah Sorotan Dinamika Musprov VIII.

0

Musprov VIII KADIN Kaltim memang berlangsung dalam sorotan. Selain karena agenda pemilihan Ketua, forum ini juga diwarnai tarik-menarik kepentingan sekaligus isu kedekatan politik yang berkembang di luar ruang sidang.

Namun Putri menegaskan dirinya ingin fokus pada kerja organisasi, dan tidak terlibat dalam perdebatan yang berada di luar substansi Musprov.

Musprov yang awalnya mempertemukan dua nama calon Ketua berubah arah ketika Muhammad Ridwan, yang disebut-sebut memiliki basis kuat, memutuskan mundur tepat sebelum penyampaian visi-misi, dan langkah itu otomatis menjadikan Putri satu-satunya kandidat.

Ridwan, kepada awak media, menegaskan bahwa keputusannya tidak dilandasi keinginan pribadi, tetapi merupakan hasil diskusi bersama seluruh peserta Musprov dari sepuluh Kabupaten/Kota.

“Semua keputusan Kita ambil melalui musyawarah, dan Kita mengedepankan mufakat karena KADIN adalah organisasi pengusaha, bukan partai politik. Apa yang disepakati bersama itulah yang kita jalankan,” ujar Ridwan.

Saat dimintai penjelasan soal pemenuhan syarat Putri dalam AD/ART organisasi, Ridwan tidak memerinci.

Ia tetap menegaskan bahwa, Musprov telah mengambil keputusan kolektif.

“Kesepakatan ini sudah diputuskan bersama, dan kalau pun ada kekurangan, tadi semua peserta sepakat untuk menerima itu,” ucapnya.

Bahkan ketika kembali ditanya alasan khusus mengapa ia mendorong Putri sebagai penggantinya, Ridwan tetap menjaga jawaban serupa.

“Yang jelas, musyawarah mufakat adalah dasar keputusan ini,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *