Kaliorang Krisis Air Demi Segelintir Investor, Cermin Muda Kutim: Seharusnya Ini Tamparan Pemerintah Kabupaten

Pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan adalah bentuk bunuh diri ekologis yang dampaknya akan ditanggung oleh generasi mendatang. Pembangunan tanpa akal sehat jelas merupakan sebuah dekonstruksi telak terhadap logika kapitalisme ekstraktif.
Krisis di Kaliorang adalah cerminan dari rabun jauh peradaban—sebuah kondisi di mana manusia mengorbankan masa depan yang abadi demi kenikmatan sesaat. Pemerintah dan pemangku kebijakan tidak lagi bertindak sebagai penjaga keseimbangan kosmik (stewardship), melainkan sekadar fasilitator kehancuran ekologis yang bersembunyi di balik kata “pembangunan”. Jika status kawasan dan legalitas pembukaan lahan ini tidak segera dievaluasi secara radikal, maka yang tersisa di masa depan bukan lagi sekadar krisis air, melainkan keruntuhan total martabat kemanusiaan itu sendiri. Tambahnya
