Gubernur Kaltim Respons Usulan Daerah, Soroti Infrastruktur hingga Transparansi Informasi
30/04/2026 0
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud
Kabarhaluan.com,KALTIM – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menanggapi berbagai usulan program dari kepala daerah kabupaten/kota dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi, dengan menekankan priorita pembangunan infrastruktur dan percepatan realisasi proyek strategis di wilayah Kaltim.
Dalam forum tersebut, Rudy menyoroti sejumlah agenda pembangunan, termasuk proyek Jembatan Long Bagun Seberang di Mahakam Ulu yang telah memiliki alokasi anggaran sekitar Rp150 miliar dari pemerintah.
“Untuk Jembatan Long Bagun Seberang, anggarannya sudah ada sekitar Rp150 miliar dan ini menjadi salah satu prioritas pembangunan kita,” ujarnya.
Selain infrastruktur jembatan, pemerintah provinsi juga tengah mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di wilayah Mahakam Ulu yang direncanakan melibatkan pihak swasta.
“Kita juga sedang mengembangkan PLTA di Mahakam Ulu dengan melibatkan investor swasta untuk mendukung kebutuhan energi di kawasan tersebut,” katanya.
Rudy menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat realisasi proyek-proyek tersebut, termasuk dengan investor dan pemerintah daerah setempat.
“Kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi agar semua proses berjalan lancar dan bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rencana peresmian awal proyek PLTA sempat mengalami penundaan akibat kendala agenda serta keterbatasan akses menuju lokasi proyek yang cukup terpencil.
“Memang sempat tertunda karena kendala agenda dan akses ke lokasi yang cukup sulit, tetapi kita tetap lanjutkan sesuai rencana berikutnya,” jelas Rudy.
Menanggapi berbagai usulan yang disampaikan dalam Musrenbang, Rudy menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap bekerja secara aktif di lapangan meskipun tidak semua kegiatan terekspos melalui media sosial.
“Kami tetap bekerja, meskipun mungkin tidak banyak terekspos di media sosial. Fokus kami adalah pekerjaan di lapangan,” ujarnya.
Meski demikian, Rudy membuka kemungkinan untuk meningkatkan penyampaian informasi kepada publik agar perkembangan program pembangunan dapat lebih diketahui masyarakat luas.
“Ke depan, kita juga akan meningkatkan penyampaian informasi agar masyarakat bisa mengetahui progres pembangunan yang sedang berjalan,” pungkasnya.
