MUSCAB POBSI Kukar 2026 Ditunda, Perdebatan Pemilik Rumah Biliar Warnai Musyawarah

Musyawarah Cabang (MUSCAB) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Kartanegara tahun 2026 yang digelar pada Jumat (16/1)
Kabarhaluan.com, KutaiKartanegara – Musyawarah Cabang (MUSCAB) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Kartanegara tahun 2026 yang digelar pada Jumat (16/1) berlangsung dinamis dan diwarnai perdebatan tajam antara pengurus POBSI Kukar dan sejumlah pemilik rumah biliar. Perdebatan tersebut berujung pada keputusan penundaan pemilihan ketua.
Salah satu pemilik rumah biliar, Rusdi, menyuarakan ketidakpuasan terhadap rekomendasi yang dinilainya tidak adil dan cenderung sepihak. Ia menegaskan bahwa rekomendasi tersebut tidak mempertimbangkan keberatan serta masukan dari seluruh pemilik rumah biliar yang terdampak.
“Proses ini tidak transparan. Kami mempertanyakan dasar hukum dan bukti yang digunakan dalam mengeluarkan rekomendasi tersebut,” tegas Rusdi dalam forum. Ia juga menilai pihak terkait tidak memberikan ruang yang setara bagi semua pihak untuk menyampaikan pendapat, serta meminta kejelasan mengenai langkah hukum dan hak-hak yang seharusnya diterima pemilik rumah biliar.
Rusdi menekankan bahwa setiap keputusan dalam MUSCAB seharusnya didasarkan pada prinsip keadilan, transparansi, dan fakta yang objektif, bukan atas permohonan atau kepentingan sepihak. Ia mendesak agar keberatan para pemilik rumah biliar dipertimbangkan secara serius dan tidak diabaikan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua POBSI Kukar, Sopian, menyatakan bahwa rekomendasi yang dikeluarkan telah melalui prosedur yang berlaku. Menurutnya, keputusan diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, meskipun tidak semua pihak merasa puas.
