Polisi Jadi-jadikan Aksi Mahasiswa sebagai Lelucon, PMII Rayon FISIP Unmul: Arogansi Aparat Telah Melewati Batas!

0

Ketua Rayon, Ali Sya’ban M

Kabarhaluan.com, Bima, 25 Juli 2025 — Sebuah tindakan tidak etis dan mencederai prinsip demokrasi kembali diperlihatkan oleh oknum aparat kepolisian. Kejadian ini bermula dari aksi damai yang digelar oleh Aliansi Pemerhati Kebijakan (PK Institute) pada Kamis, 24 Juli 2025, di depan Kantor Depo Pertamina Bima, Nusa Tenggara Barat. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap Pencemaran Lingkungan di Lingkungan Wadumbolo, Kota Bima yang diduga berasal dari limbah Depo Pertamina tersebut, yang dinilai tidak adil dan merugikan masyarakat.

Namun, alih-alih mendapatkan atensi atas isu yang disuarakan, massa aksi justru harus menghadapi perlakuan merendahkan dari seorang anggota polisi bernama Lalu Aditya Alamsyah, yang bertugas di lokasi aksi. Oknum tersebut mengunggah video aksi tersebut ke akun TikTok pribadinya (@lalu.adityaalamsyah), menampilkan cuplikan demonstrasi yang hanya diikuti tiga orang dan dibumbui dengan narasi bernada meremehkan serta melecehkan.

Unggahan tersebut dengan cepat tersebar luas dan menimbulkan kemarahan dari kalangan aktivis, mahasiswa, dan masyarakat sipil yang melihat tindakan itu sebagai bentuk pelecehan terhadap hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Salah satu reaksi paling keras datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman. Ketua Rayon, Ali Sya’ban M, mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk arogansi aparat yang membahayakan masa depan demokrasi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *