Upaya Dinkes Kukar Tangani Kasus DBD, Himbau Warga Jaga Keberhasilan dan Berobat Puskemas.

Foto : IST
TENGGARONG, kabarhaluan.com – Kasus Deman Berdarah (DBD) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD dan kematian akibat DBD terus meningkat dari tahun ke tahun.
Saat diwawancarai media ini, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kukar Supriyadi menjelaskan bahwa berdasarkan data Dinkes Kukar, tahun 2021 angka deman berdarah mencapai 186 kasus dengan jumlah 3 orang meninggal dunia.
“Pada tahun 2022, mengalami kenaikan drastis mencapai 843 orang dan jumlah kematian sebanyak 5 orang,” lanjutnya, Senin (25/3/2024).
“Sedangkan tahun 2023, berjumlah 1.118 kasus deman berdarah dengan 4 angka kematian, dan per Januari 2024 kasus DBD sudah tembus angka 367.” ucap Kabid P2PL Dinkes Kabupaten Kukar.
“Kasus DBD itu dari tahun ke tahun fluktuatif, karena memang wilayah geografis di Kukar sebagaian besar air,” kata Supriyadi.
Ia menyebutkan terdapat tiga kecamatan dengan angka DBD tertinggi pada 2023. Ketiganya yaitu Sebulu, Muara Kaman, dan Tenggarong Seberang, dan merupakan wilayah perairan juga rawa.
“Selain itu juga, curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan lokasi endemik nyamuk Aedes Aegypti tumbuh berkembang biak,” imbuhnya.
“Yang kita antisipasi jangan sampai meninggal. Biasanya kasus DBD nanti akan naik, sampai bulan Mei, Juni, bahkan bisa sampai Agustus naik terus kasus DBD ini,” ujarnya,
Menurutnya, yang paling penting adalah kesadaran masyarakat masih minim terkait kebersihan lingkungan.
